Jumat, 15 Oktober 2021

[BOOK REVIEW] NONFIKSI : TWO QUEENS OF BAGHDAD

Judul: Two Queens of Baghdad
Penulis: Nabia Abbot 
Penerbit: Republika 
Penerjemah: Juslich Hanafi 
Editor: Indriani Grantika 
Cetakan: 1, Juli 2021






Jangan menunda pekerjaan hari ini hingga esok; hadirilah urusan negara secara langsung; dan jangan tidur sejak dia memasuki masa kekhalifahan, karena, ketika dia tidur menutup matanya, jiwanya tetap terjaga. (hal. 5-6)

 

Buku ini dibagi menjadi dua part yaitu Khaizuran (ibu dari Harun Ar-Rasyid) dan Zubaidah (istri Harun Ar-Rasyid). 


Khaizuran sendiri menjadi sosok yang dari budak menjadi seorang ratu dengan segala kemegahan dan pola pikirnya yang tangguh. Bagaimana ia menjadi Ratu sekaligus Ibu dari anak-anak kandungnya. Sepak terjangnya menjadi gambaran perjuangana ia di harem istana. Memang saat membaca bagian awal buku ini, memang alur dan bahasanya cukup sulit dicerna. Tapi nikmati saja. Hehe...

Saat masuk ke kisah Zubaidah, aku langsung enjoy aja bacanya. Kisahnya cukup penuh intrik setelah kematian Harun Ar Rasyid. Baik dari konflik internal keluarganya dan dari harem istana. Dan well, begitulah istana.

Banyaknya tokoh yang dikisahkan di buku  ini, memang menguras ingatan apalagi kadang ditulis dengan nama panggilannya 😆 Salah satu hal yang aku tandai adalah betapa besar pengaruh syair, puisi, lagu dan wanita (pastinya) dalam menggambarkan peristiwa baik politik, romansa, kebahagiaan dan kesedihan. Rasanya dongeng 1001 malam seakan nyata 🙂 Terima kasih @bukurepublika telah mengenalkan dua wanita hebat dalam hidup Harun Ar-Rasyid

Rabu, 15 Juli 2020

IPA KELAS 8 - RANGKA

RANGKA MANUSIA



FUNGSI RANGKA:
1. Rangka akan berfungsi untuk melakukan pembentukan terhadap tubuh dan juga melakukan penegakan terhadap tubuh manusia itu sendiri
2. Rangka akan berfungsi untuk sebagai sebuah tempat yang akan melekatkan ototnya kepada tubuh manusia
3. Rangka akan berfungsi untuk melkaukan pelindungan terhadap berbagai macam bentuk organ yang terdapat di dalam tubuh manusia itu sendiri.
4. Rangka akan berfungsi sebagai sebuah tempat yang akan digunakan untuk menciptakan sebuah sel darah merah
5. Rangka akan berfungsi untuk menjadi sebuah tempat melkaukan pembentukan dari sumsum kering
6. Rangka akan berfungsi sebagai sebuah tempat untuk melakukan penyimpanan terhadap mineral yang terdapat pada tubu
7. Rangka akan berfungsi sebagai sebuah tempat untuk menciptakan sel imunitas bagi tubuh.



Terima kasih sudah membaca, anak-anak. Bagi yang sudah membaca, silakan tuliskan Nama, Kelas dan No Absen di kolom komentar.

Senin, 04 Mei 2020

[BOOK REVIEW] QUIT

Judul: Quit
Penulis: @backpakertampan
Penerbit: Gagas Media
Editor: Ry Azzura
Penyelaras Aksara: Tesara Rafiantika
Penata Letak : Putra Julianto
Desainer Sampul: Agung Nurgroho
Cetakan ke-: 1, 2020
Jumlah hal: 160 hal + xii



“Pandhu mau berhenti kuliah, Pa.”
Papa seketika terdiam.
“Kamu itu selalu seperti ini! Hanya mau melakukan hal yang kamu suka.”
Papa benar.
Namun, pilihan yang gue buat itu nggak pernah gue sesali hingga hari ini. Sesaat setelah berhenti kuliah, semua terasa menakutkan. Gue takut nggak dapat pekerjaan, nggak bisa survive, nggak bisa makan. Takut gagal.
Namun, seandainya gue nggak berhenti kuliah, gue nggak akan ambil kesempatan kerja di sebuah perusahaan wedding film di Bali. Lalu, kalau gue nggak berhenti dari perusahaan wedding film itu, gue nggak akan bekerja sebagai editor video Christian LeBlanc—youtuber yang sering gue tonton videonya.
Setelah berhenti bekerja dengan Christian LeBlanc pun, gue mendapat kesempatan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk keliling Indonesia, dibayar pula. Ini definisi ‘the best job in the world’ yang sejak dulu hanya jadi khayalan babu gue.
Traveling yang bukan menghabiskan uang, melainkan menghasilkan uang. Dan, di sinilah gue sekarang, menjadi travel vlogger, menjelajah Indonesia dan belahan dunia lain. Berhenti ternyata nggak selamanya buruk. Berhenti kadang cara mempersiapkan diri untuk kembali berlari.


Yang bikin gue belajar, bukan berhenti karena gagal, melainkan berhenti untuk berhasil. (hal. 160)


Assalamu'alaikum. Apa kabar Ramadhan-mu? Makin diberi keberkahan. Aamiin 😄

Anyway, kali ini giliran booktour #Quit mampir di akunku. Dan selalu, buku tentang traveling itu menarik banget buat diulas.

Namun, pendapat gue bertolak belakang sama Papa. Buat gue, saat kita melakukan pekerjaan yang kota suka, kita akan melakukannya sepenuh hati, dan hasil pun akan mengikuti. (hal. 15
)

Jadi, bisa dikata, buku ini nggak hanya sekedar menceritakan traveling @Backpakertampan tetapi lebih ke perjalanan hidup (?) penulis yang bisa wow dan strong seperti sekarang 👍 Pilihan hidupnya hingga kenapa Taj Mahal menjadi destinasi favoritnya. Salut

Ini masa depan kamu. Kamu yang berhak menentukan. Asal kamu bisa bertanggung jawab sama keputusannu dan membuktikan kalau kamu bisa sukses di kemudian hari dengan jalan yang kamu ambil. (hal. 30)

Dari segi bahasa, buku ini santai dan asyik untuk dinikmati. Disisipi foto-foto yang bikin ngiler dan pengen. Haha. Font dan ukuran-nya cukup enak di mata cuma layout dan sebagainya menurutku masih bisa lebih baik dari ini.

Benar, sesuatu yang butuh perjuangan akan mengarah pada tujuan yang mengesankan. (hal. 62)



Jadi, sekali lagi aku berikan jempol untuk buku travelling yang nggak cuma tentang jalan-jalan tapi juga perjalanan ini. Dan buku traveling Gagas Media selalu menjadi favoritku.

Mimpi yang membawa ia kembali dan berhasil mewujudkannya. Mimpi yang menjadi bukti bahwa kalau kamu terus bergerak maju, semesta akan berpihak padamu. (hal 128)


Terima kasih kak @rizkymirgawati @Backpakertampan @gagasmedia atas kesempatan yang diberikan

Yang membatasi diri lo adalah pikiran lo sendiri. Siap nggak siap, risiko dan kesempatan akan selalu ada, kok. (hal. 114)




BERHENTI TERNYATA NGGAK SELAMANYA BURUK. BERHENTI KADANG CARA MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK KEMBALI BERLARI


Selasa, 31 Maret 2020

[REVIEW FIKSI] CINTA DI UJUNG SAJADAH

[REVIEW FIKSI: CINTA DI UJUNG SAJADAH]
MENCARI CINTA IBU

Judul: Cinta di Ujung Sajadah
Penulis: Asma Nadia
Penerbit: Republika
Editor: Ade Damayanti
Desain Cover: Rezolusy
Cetakan ke: 2, 2020
Jumlah hal: 306 hal + xiv



“Bahwa masa-masa gemilang dan kesuksesan harus dibentuk dengan kerja keras dan tidak terjebak pada budaya serba instan.” (hal. 58)

Halo semua, apa kabarmu di saat WFH begini? Meski bosan, semoga tetap bersapar di tengah upaya pemerintah melawan virus corona, ya?

Anyway, kemarin aku berhasil menyelesaikan novel Cinta di Ujung Sajadah. Nah, buku ini berkisah tentang apa?
Cinta adalah seorang gadis piatu. Belasan tahun ia mencari tahu siapa ibunya? Namun ayah Cinta tak pernah mau mengatakan siapa ibunya? Dimana ibunya berada? Bahkan Cinta tidak tahu bagaimana wajah ibunya. Ayah Cinta telah menghapus semua jejak tentang ibunya.
Cinta semakin merasa tersisih. Sejak ayahnya menikah dengan Mama Alia, dan membawa dua saudara tiri. Tak pernah ia temukan surga di rumahnya. Sampai suatu hari hadir seorang laki-laki, Makky Matahari Muhammad. Lelaki yang humoris tapi santun itu mengenalkan sebuah dunia baru kepada Cinta. Membawakan setitik cerah di kehidupannya.

Sesuai blurbnya, kisah ini tentang Cinta yang tinggal dengan Papa, Mama Alia (ibu tiri) dan kedua saudara tirinya, Anggun dan Cantik. Mirip dengan kisah dongeng yang ada, perlakuan ibu dan saudara tiri ke Cinta bisa dikatakan buruk. Lebih memburuk lagi ketika kedatangan Makky, tetangga barunya yang berhasil menyita perhatian Cinta, Cantik dan Anggun.


Dan bagian yang cukup ‘what?’ adalah kejadian di ulang tahun Cinta yang ke-17. Menurutku ini menjadi titik balik cerita ini, yang nggak sekedar cerita perebutan cowok antar saudara tiri.
Petualangan Cinta dan kawan-kawan cukup menguras emosi, sih. Aku sendiri mungkin udah menyerah, hehe. Tapi sosok Adji yang tiba-tiba hadir, meski terkesan ‘lhoh siapa lagi ini’ muncul di saat yang pas.
Secara keseluruhan, tema novel ini ringan dan konflik cukup klise tapi entah kenapa nggak bikin bosan. Meski masih ada beberapa typo, sama sekali tidak menganggu isi cerita.


Alur majunya mulus dengan sedikit sandungan-sandungan yang bisa kubilang 'ya gitu'. Namun, hal yang kusuka dari novel Asma Nadia adalah sarat makna. Di beberapa adegan, ada hal yang bikin terenyuh, hal yang bikin bersyukur bahkan penyesalan 😣


Dan kisah romance yang disuguhkan pun porsinya pas dan nggak lebay. Aku sendiri sih lebih suka Cinta ama mas yang itu, bukan yang inu.
“Gue cuma mau bilang, apa pun kata orang, ibumu tetap ibu, sosok yang lebih dari berhak untuk mendapatkan bakti dan kasih sayang anaknya, juga perhatianmu!” (hal. 202)


Sekian review dariku. Terima kasih sekali untuk Penerbit Republika dan mbak Asma Nadia atas kesempatan yang diberikan. Semoga bisa bekerjasama lagi lain kali.


Jumat, 22 November 2019

[BOOK REVIEW]NEE, SAJANGNIM




Judul: Nee, Sajangnim
Penulis: Dekdi A
Penerbit: Bukune
Penyunting: Sein Arlo
Penyelaras Aksara: Nomena Hutauruk
Penata Letak: Erina PS
Penyelaras Tata Letak: Bayu NL
Desain Sampul dan Ilustrasi Isi: Raden Monic
Cetakan ke: 1, September 2019
Jumlah hal: 378 hal + vi



“Hm, orang tampan cenderung bebas melakukan apa pun yang mereka inginkan. Stigma masyarakat, orang tampan dimaafkan.”(hal. 10)


----------B.L.U.R.B---------

Setelah menjadi pengangguran selama satu tahun, Hwang Hana akhirnya diterima di LOUISA—perusahaan paling berpengaruh di Korea. Ia kira hidupnya akan tenang ketika sumber uang sudah di depan mata. Namun, siapa sangka, ternyata Jung Jae Yun, bosnya yang otoriter dan galak menyiksa tenaga dan batinnya. Berangkat pukul lima pagi, lembur sampai pukul dua belas malam. Belum lagi harus ke kediaman bosnya untuk menyiapkan pakaian dan menemani olahraga sambil membahas saham perusahaan. Sebenarnya pekerjaan apa yang Hana kerjakan? Sekretaris atau babu? Sampai akhirnya sebuah peristiwa satu malam membuat dunia Hana dan Jae Yun berubah 180 derajat. Mereka tidak lagi dapat menjalani hubungan profesional dengan nyaman. Status mereka pun dipertanyakan, apakah terus menjadi rekan dalam pekerjaan atau harus berlanjut ke pernikahan?
-----------------

Semangat pagi semua. Apa kabar hari-hari kalian kemarin? Semoga tetap gembira-gembira selamanya, ya 
Well, kali ini review bukuku cukup beda, ya. Karena emang aku jarang membaca fan-fiction apalagi yang berbau Korea, K-pop, Idol dan teman-temannya itu. Tapi ternyata pengalaman pertam itu memang berkesan kok.


Sesuai blurbnya, Nee, Sajangnim tidak jauh beda dengan kebanyakan drama korea yang ada: cewek biasa dan cowok super ketus yang kaya raya dan tampan(?). awalnya sebel dan ada suatu kejadian antara keduanya hingga perasaan suka muncul. Bagian masa lalu yang belum bisa terlupakan menjadi inti dari kisah bos perusahaan dan sekretarisnya. Sebuah kisah klise yang pernah diangkat menjadi beberapa drama, tapi entah kenapa cerita Nee, Sajangnim ini cukup asyik.


Karakter Hwang Hana cukup menyenangkan dan ceria. Berkebalikan dengan Jae Yun yang kelam, misterius dan ketus. Jae Yun sendiri adalah duda milyader yang diselingkuhi oleh Jane, istrinya meski mereka sudah dikaruniai seorang putra, Jae Han. Nah konflik timbul setelah Hana bekerja menjadi sekretaris pribadi Jae Yun.


Memakai dialog enteng dengan isu-isu pelecehan, novel setebal 300 halaman ini sarat makna yang ingin disampaikan penulis. Meski latar tempatnya kurang dieksplore, tokoh-tokohnya menggambarkan ke-Korea-an lewat interaksi mereka.

Hanya... untukku yang belum membaca versi wattpadnya, buku ini rasanya perlu mencantumkan rate umur di dalamnya. Karena bagian belakang sudah lebih intens adegan romance Hana dan Jae Yun.
Meski menemukan beberapa typo, tapi tidak membuat esensi cerita novel ini berkurang. Well, untuk pecinta kisah romance manis bad boy dan good girl, novel ini pas untukmu jika umurmu 21+ ya. Hehe


Sekian revie dariku. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Semoga bisa bekerjasama lagi dengan Penerbit Bukune dan kak Rizky 

PS: Bagian belakang buku ini bikin tambah kesengsem ama Jae Yun. Xixixi.

Senin, 11 November 2019

[BOOK REVIEW] KAMI (BUKAN) JONGOS BERDASI


[BOOK REVIEW] KAMI (BUKAN) JONGOS BERDASI

Judul: Kami (Bukan) Jongos Berdasi
Penulis: JS Khairen
Penerbit: Bukune
Penyunting: MB Winata
Penyelaras Aksara: Sein Arlo
Penata Letak: Nunu
Penyelaras Tata Letak: Bayu NL
Desainer Sampul: @arcahyadi
Penyelaras Desain Sampul: Raden Monic
Cetakan ke: 1, Oktober 2019
Jumlah hal: 409 hal + xi


“Sebuah keputusan buruk, di hari yang tak kalah buruk, boleh jadi adalah pembuka dari sebuah cerita hebat” (hal. 85)

----------B.L.U.R.B---------

“Alumni Kampus UDEL kini telah lulus. Masuk ke dunia nyata “Alumni Kampus UDEL kini telah lulus. Masuk ke dunia nyata yang penuh tikus.
Ada yang bertahan, ada yang sebentar lagi mampus.Kerja di Bank EEK? Ada. Kerjanya pindah terus? Ada. Bimbang ikut keinginan orangtua atau ikut kata hati? Ada. Apa lagi pengangguran banyak acara, pasti ada. Namun, diam-diam ada juga yang kariernya lancar, gajinya mekar, dan jodohnya gempar menggelegar.
Mendapat intimidasi dari rekan kerja, lingkungan, dan keluarga itu sudah biasa. Mendapat cemoohan bagi yang ingin berkarya, jelas jauh lebih biasa. Menerima perlakuan semena-mena, hingga tertawaan dan hinaan adalah sarapan pagi.
Akankah mereka bertahan di dunia yang penuh intrik ini? Atau mereka harus jadi jongos berdasi, pura-pura mampu beradaptasi, dengan tantangan dunia yang terus gonta-ganti?
———
Buku ini wajib dibaca oleh pelajar SMA, mahasiswa, para orangtua, karyawan, petinggi perusahaan, para pencari kerja, mereka yang ingin berkarya, para pengambil kebijakan di berbagai institusi, hingga Presiden Korea Utara agar kita bisa memutuskan, apakah besok kita libur atau kerja dan berkarya.
Buku kedua dari serial novel KAMI (BUKAN) SARJANA KERTAS.”

“Apa yang kita harapkan, betul-betul idamkan, tak jarang berakhir sebatas angan. Ini kehidupan nyata, bukan kisah fiksi ketika pahlawan pasti bisa mengalahkan penjahat. Bukan kisah inspiratif kerja keras yang selalu digaung-gaungkan motivator. Bukan rumus sederhana bahwa sukses adalah jalan lurus. Bukan kata-kata penyemangat dari orang yangtelah dahulu memulai, bahwa segala sesuatu yang betul-betul kita inginkan akan dapat tercapai jika kita berjuang tak kenal lelah” (hal. 383-384)

Halo?!

Kira-kira apa yang kamu pikirkan ketika mendengar judul dari novel JS Khairen kali ini? Well, ini pertama kalinya, aku menikmati karya pengagum Rheinald Kasali ini. Dan kesan pertamaku pas baca? Wooooooooooooooooooowwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww ...... (Lebay? Biarin )

Kelompok Ogi yang terdiri dari Sania (bekerja di bank EEK), Juwisa (bisnis kuliner dan kembali merantau ke megapolitan untuk mengejar beasiswa S2), Randi (wartawan yang berambisi biasa, lulus terus nikah), Arko (fotografer yang balik dari Eropa), Gala (anak konglomerat yang bercita-cita membuat sekolah), Ogi (yang belum balik dari Amerika) dan Lira (mantan dosen di kampus UDEL). Ketujuhnya mengalami pergolakan masing-masing dari tempat kerja yang tidak nyaman, tuntutan kerja yang melebihi kerja rodi hingga masalah ekonomi yang harus segera dituntaskan. Sanggupkah mereka melewatinya? Atau mereka hanya memang jongos berdasi?


“Benarlah adanya jika hati bisa tumbuh hingga seluas tujuh lautan. Jika sering menyakiti hati seseorang, jangan harap kita membuatnya kalah, justru malah memperbesar wadah.kelak, racun receh sepertimu justru akan tenggelam tak bersisa.”(hal. 297)

Nah, waktu baca kisah mereka satu persatu, semua masalah tampak real dan related banget. Seolah buku ini curhatan hidup bagi mereka yang baru menyandang gelar sarjana dan juga permasalah antara impian atau kenyataan.

Kisah yang paling ajigijaw menurutku adalah Sania. Banyak pesan yang diselipkan di dalamnya. Dari mengorbankan (sedikit egoisme impian) demi keputusan yang lebih baik dan orang tua, juga bagaimana bertindak curang pun, salah apapun, pengakuan menjadi jalan ter-pas. Bahkan ketika Sania menemukan passionnya, ia menjadi semangat dan berinisiatif membantu temannya. Aku terharu pas baca bagian ini. Persahabatan mereka ini bikin iri. He...

“Boleh saja ada seribu orang yang tak percaya pada impianmu. Tapi pastikan dari seribu orang itu, dirimu sendiri bukan salah satunya.”(hal. 119)

Meski size font-nya cukup mini,novel setebal 400an halaman ini nggak bikin boring, gaes. Bahkan ketika aku menyelesaikan per bab-nya, aku selalu menantikan quote terbaik yang menutup (atau mengawali) bab selanjutnya. Dan alhasil, sticky noteku mewarnai novel ini karena saking banyaknya quote yang ngena dan pas pas banget (pengen aku stabilo-in tapi eman. Hehe)

“Dia sudah kepala tiga setengah. Sudah di usia yang tak lagi wajar – menurut standar rakyat sebetulnya tak perlu ada—untuk menikah.” (hal. 175)

Bahkan part-part romance yang diselipkan di alur nggak garing. Malah aku suka ke-sweet-an mereka. Apalagi JS Khairen ini pandai baper-in pembaca. Dari yang Randi dijodohkan ke Juwita lalu Sania lalu ke Selly dan ah siapa lagi itu. Tapi pas baca bagian epilog, hmmm, aku makin penasaran si Sandi itu anaknya siapa.

Bahasa yang digunakan di Kami (Bukan) Jongos Berdasi ini asyik, kayak santai tapi nggak sesantuy loe-gue an sepanjang buku. Aku sih paling suka pas dialog terus ada kalimat ‘wash wesh wosh wash wesh wosh dan ajigijaw’. Haha...

Hanya aku masih menemukan typo. Harusnya tertulis Juwisa tapi ditulis Sania dan juga pekerjaan Juwisa yang benar Kementerian pertanian atau Kementerian Perhutanan


“Saat kita salah, diam dan mengakui adalah cara yang benar. Jika malah ngotot dan bersikeras kita tak salah, hadedeh, ini akan memberikan tontonan gratis pada orang lain bahwa betapa tidak pintarnya kita. Diamlah. Terimalah. Itulah cara yang benar saat kita salah.” (hal. 238)

Terakhir, karya ini bikinaku ketagihan baca karya JS Khairen lainnya. Semoga berjodoh. Aamiin.
Dan demi kelompok Ogi, suwerr kamu nggak bakalanrugi kalau baca buku ini.

Lalu, terima kasih untuk Penerbit Bukune yang sudah memberi aku kesempatan mereview buku ini. Semoga nggak kapok dan bisa duet bareng lagi ya.

Selasa, 05 November 2019


[BOOK REVIEW] OTW NIKAH

Judul: OTW Nikah
Penulis: AsmaNadia
Penerbit: Republika
Editor: Andriyati dan TheNita
Desain Cover: Rezolusy
Cetakan ke: 1, September 2019
Jumlah hal: 276 hal + xii

“Berjodoh di dunia bukanlah satu kepastian yang akan kita raih dalam hidup. Tidak ada hal lain yang lebih penting. Ada kematian, maut yang pasti kita hadapi.” (hal. 123)


----------B.L.U.R.B---------

OTW Nikah?
Yeayy, setelah perjalanan jatuh bangun melalui proses panjang, rasanya bahagia karena akhirnya menemukan sosok tepat untuk melabuhkan cinta, menggenapkan setengah agama, dan berharap bisa bergandengan tangan ke surga.

OTW nikah adalah harapan semua singellilah. Intip berbagai kisah terkait kecamuk aneka rasa, saat meniti langkah ke sana. Nikmati serpihan hikmah sebagai pertimbangan sebelum menuju halal.
Beberapa goresan pena di buku ini mungkin melaju lebih jauh melampaui garis OTW nikah, sebagai upaya memberi bayangan akan ujian pernikahan yang menanti setelah ijab kabul terpenuhi. Termasuk pilihan pacaran atau ta’aruf sebagai jalan OTW nikah.
Buku ini merupakan buku ke-58 karya Mba Asma Nadia. Tahun 2019, setelah menerbitkan buku berjudul From Me To You: Love Notes, kini hadir dengan berjudul buku yang sangat manis sekali:OTW Nikah. Kamu penasaran isinya apa saja?

"Cinta sejatinya membutuhkan proses, meski waktu bukan satu-satunya barometer.” (halaman 238)

Semangat pagi semua  apa kabar suasana hatimu? Semoga selalu bahagia selamanya, ya

Well, kali ini, aku bakalan review buku terbitan Republika dari penulis ternama, Asma Nadia dengan judul OTW Nikah. Tuh kan dari judulnya aja udah bikin baper, xixixi...

Jujur, pertama lihat cover dan blurb-nya, aku kira ini buku nonfiksi. Eh ternyata pas buka segel plastiknya, I’m totally wrong. Buku ini berisi 14 kumpulan cerita pendek dengan kisah, plot dan POV dari beberapa orang yang punya permasalahan hubungan kasih dengan lawan jenis, gejolak diri bahkan usaha memantaskan diri untuk mendapat jodoh yang baik pula. Untuk aku sendiri (yang sepertinya juga OTW Nikah, hehe), konflik tokoh di masing-masing cerpen berasa ngena. Seolah mbak Asma Nadia ini paham berbagai permasalahn yang kerap dialami bagi mereka yang OTW Nikah. Hanya ending dari sebagian cerita terkesan klise dan bisa ditebak.

“Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang sebagai manusia. Di mana iman, di mana tawakal, hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan hanya melihat pencapaiannya hari ini? (hal. 210-211)”

Dan cerita yang paling suka adalah kisah si dia yang nggak asal pilih suami hanya karena kepentok usia. Penasaran kan si dia siapa? Hehe. Di cerita ini, aku berasa melihat diriku. Harapannya sih endingnya juga sama. Haha. Aamiin.

“Cinta memang tak mudah diartikan. Barangkali lebih mudah dirasakan.” (hal. 17)

Dari segi cover, warna kuning mengisyaratkan ceria dan penuh semangat menyongsong pernikahan meski nantinya (bila) ada halangan yang datang. But. Bukan hidup bukan kalau tidak ada masalah. Font dan size-nya pun cukup pas buat indera penglihatan meski masih ditemukan beberapa typo.

Di samping hal fisik itu semua, OTW Nikah menurutku salah satu buku fiksi yang menggaet nonfisik tapi tidak berkesan menggurui. Pembaca diajak menyelami permasalahan tokoh di dalamnya, yang meski ringan tapi sarat makna. Bahkan tanpa sengaja ketika sudah selesai di ending cerita, aku bisa bergumam “Emang bener sih, ya? Eh, kok bisa pas gitu, ya? Iya juga, sih?”

Dan untukmu, yang (menuju) OTW Nikah, entah itu sudah dekat atau masih jauh, tidak ada salahnya membaca buku ini  salam singlelillah, hehe

Dan yang terakhir, terima kasih untukPenerbit Republika yang telah memberi kesempatan saya untuk menikmati buku mbak Asma Nadia. Dari buku ini, saya mendapat pandangan baru selama menyiapkan diri dalam OTW Nikah.
tex

“Sesuatu yang didapatkan dengan susah payah, jelas lebih dihargai dan dibandingkan sesuatu yang didapatkan dengan mudah.” (hal. 32)


Minggu, 18 Agustus 2019

REVIEW FIKSI: ME AND MY BROKENHEART

ME AND MY BROKENHEART

Memecahkan soal matematika rasanya tetap lebih muda daripada melepas seseorang yang pernah mengisi hati kita. Bagi Luna, separuh hatinya masih mengharapkan sang mantan. Dan bagi Mika, si cowok favorit disekolah adaluka masa lalu yang sulit sekali ia sembuhkan sendiri.


Mika dan Luna bertemu ketika tak satu pun dari mereka mengharapkanapa-apa tentang cinta. Hanya berusaha saling menguatkan karenapatah hatinya masing-masing. Luna merasa memiliki teman yang mengerti bagaimana sulitnya hidup tanpa orang tersayang.


Namun tanpa disadari, pertemanan itu berubah menjadi saling menyayangi. Me and my brokenheart adalah kisah dua orang yang berpura-pura tak peduli pada hati yang mulai tumbuh kembali setelah sebelumnya patah. Mampukah mereka selamanya mengingkari?

Move on itu sulit kalau yang bersangkutan sebenarnya nggak mau move on. Saat lo mau move on, berarti lo harus rela meleopas bukan hanya orangnya tetapi juga rasa dan kenangannya.

‘Mik, kebahagiaan terbesar seorang ibu itu waktu anaknya lahir di dunia.’(hal 52)


Mika baru saja diputusin Ana. Seberap kuat ia coba melupakan Ana, pada akhirnya bayang-bayang Ana masih menghantui. Apalagi kehidupan barunya bersama ayah kandungnya setelah ibunya meninggal , membuat Mika harus lebih intens mempererat hubungan mereka. Bahkan ia juga baru tahu memliki kembaran bernama Revon.
Tanpa ia duga, Luna, teman Ana, mengibarkan bendera perang. Bahkan gadis itu sering bersikap ketus padanya. Namun lambat laun, kehadiran Luna menjadi salah satu hal spesialuntuknya. Bagaimana dengan Luna sendiriyang masih belum bisa melupakan Juna, salah satu teman Mika?

Halo, semua. Apa kabar hari ini? Untuk sekian purnama, akhirnya aku bisa blog ini *maafkan Mamamu yang sok sibuk ini, Nak.

Jadi, untuk sekian purnama pula,aku membaca novel teenlit dengan tema khas remaja: cinta,persahabatan, keluarga. Yeay!

Apa sih yang kusuka dari novel ini?

First, kedua tokoh utama: Mika dan Luna. Keduanya punya karakter yang klop. Mika yang ceria, easy going ini bikin senyam senyum pas baca. Dipadukan dengan Luna yang lebih kalem dan sedikit tertutup dengan masalahnya. Bisa dibilang konflik mereka pun setipe.


Second, dialog antartokohnya pas. Nggak lebay. Bahkan candaan Mika masih bisa masuk ke aku. Narasinya khas teenlit. Meski kosakata yang dipakai cenderung itu itu aja, aku rasa ini nggak bikin boring.


Third, ilustrasi yang apik didukung dengan font yang pas. Ehm, apa ya. Aku termasuk orang yang agak perhatian dengan pilihan font. Karena ukuran yang pas, bisa bikin betah baca. Hehe. Ah dan tak lupa warna covernya yang nonjok ke mata. Hehe.

Fourth, kisah tokoh lainnya. Bener nggak sih yang Matt dan Mou di sini adalah Matt-Mou yang sama di novel Wulanfadi sebelumnya? Suerr, aku nggak tahu soalnya?

Fifth, aku semua perpaduan komplit dari no 1-4. Hehe


Well, novel teenlit ini cocok untuk bacaan ringan yang bisa bikin ketawa sekaligus sedih. Tapi, nggak bakalan rugi deh buat baca novel ini.


Terakhir, terima kasih untuk Gagas Media, Mbak Wulanfadi dan mbak Rizky yang sudah memberi kesempatan untuk membaca dan mereview buku ini. Semoga kita bisa berjodoh lain waktu.

‘Kadang orang yang terlihat paling bahagia juga ingin terlihat bersedih, agar dunia tahu bahwa kebahagiaannya itu kebohongan besar.’ (hal. 60)

Kamis, 25 April 2019

REVIEW + GIVEAWAY DEAR OPPA

Judul: Dear Oppa
Penulis: Borassaem
Ilustrasi: Deirikaa
Penerbit: Inari
Penyunting: Pricillia A. W.
Penyelaras Aksara: Ilona Alle
Desain Sampul: Deirikaa
Cetakan ke-: 1, Februari 2019
Jumlah hal: 156 hal




Je ireumeun Ayayeyo (Nama saya adalah Aya)

First Question? Dari judulnya, menurut kamu, ini nonfiksi atau fiksi? Jujur ya, jujur ini. Aku kira awalnya fiksi. Tapi setelah aku buka, eh ternyata buku nonfiksi yang imutnya kebangetan 😬

Sesuai judulnya, buku ini berisi langkah-langkah berbahasa Korea khususnya berkomunikasi dengan idol, mulai dari huruf Hangeul, perkenalan dan cara menulis hangeul dengan benar. Surprise me yang nggak pernah tahu bahasa Korea, ternyata hampir mirip dengan alfabet biasa: huruf vokal dan konsonan.

Nah yang bikin buku ini seimut para idol adalah ilustrasi di dalamnya. Uwuu~~~ Beneran nggak nyangka kalau ini buku nonfiksi. Soalnya cantik banget gambar-gambar di dalamnya. Plus full colour. Jadi makin semangat buat belajar dong, ya 😊

Buat aku yang nol banget bahasa Korea, penjelasan bahasa Korea-nya nggak ribet. Stepnya pelan dan mudah dimengerti. Apalagi ditulis juga pakai hangeul, cara baca dan terjemahannya sekaligus. Bahkan di akhir bab, ada excercise yang nggak bikin boring.

Well, covernya sendiri udah minta dipeluk dengan gambar yang eyecatching. Begitu juga font yang digunakan di dalamnya, hmm pas di mata. Jadi nggak salah kalau buku ini jadi awal buat kamu untuk belajar bahasa Korea. Apalagi bisa komentar di sosmed idol kamu dengan pas biar nggak terkesan sombong sebagai fans 😊

Sekian review dariku. Semoga komunikasimu dengan idol makin bagus ya setelah baca buku ini

Anyway, ada giveaway berhadiah merchandise berupa  Refil Agenda Emerald Green Label dan Keychain random Penerbit Haru Grup. Caranya:
1. Like FP Penerbit Inari, instagram @penerbitinari dan twitter @penerbitinari
2. Follow blog ini (tinggal klik tombol Follow di samping) atau IG @aysandbook dan tinggalkan komentar berupa : Nama-Akun IG-Idol Kamu di kolom komentar di bawah ini.
3. Share info giveaway ini di akun sosmed kamu ya dan mention @aysandbook (optional) 
4. Giveaway ini berlangsung 26 April-29 April 2019 dan diumumkan pemenangnya setelah blogtour selesai
5. Goodluck

------DITUTUP-------

Terima kasih atas partisipasinya dan selamat untuk:

@Hanumbella

kamu terpilih menjadi pemenang. Segera kirimkan data diri dan no HP ke akun @aysandbook lewat DM ya. Aku tunggu 1x 24 jam


Sampai jumpa di giveaway selanjutnya





Jobeun haru bonaseyo
Semoga harimu menyenangkan

PS: bonus poster Hangeul lho di buku ini

Minggu, 07 April 2019

REVIEW ABSOLUTE JUSTICE


Judul: Absolute Justice
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru @penerbitharu
Cetakan ke: 1, Mei 2018
Penerjemah: Nurul Maulidia
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Cerberus404
Penyelaras Aksara: Seplia
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: @teguhgra




Nah, karena ini malam, kayaknya waktu yang pas buat post review Absolute Justice-nya Akiyoshi senpai 😊




Jadi bisa dibilang, meski aku punya Girls in the Dark, Absolute Justice malah jadi novel pertama senpai yang kubaca. Well, telat sih karena ternyata aku suka novelnyaaa 😆😆😆

Nah, di novel yang dengan blurb pengen dikeplak itu, tokoh-tokoh di dalamnya diceritakan detail dengan masalah masing-masing. Bagaimana Kazuki, Reika, Yumiko, dan Riho melakukan "itu" ke "robot" Noriko beserta alasannya yang logis. Karena kalau aku jadi mereka, rasanya sebel bukan main 😈. Dan juga tokoh yang muncul belakangan tapi punya porsi yang pas. Aku rasa ini merupakan twist yang paling tidak tertebak dari novel ini dan aku cuma bisa bilang "waaaoooowwww".

Soal terjemahannya, aku suka. Selalu. Dan aku tidak pernah kesulitan memaknai cerita J-Lit dari pas baca Cinderella Teeth. Dan font yang dipilih Penerbit Haru ini khas banget dengan ukuran pas yang seolah ikut nambahin kemisterian cerita 😆

Tokoh-tokohnya punya karakter yang real serta punya masalah yang realitis pula. Kece-nya lagi, tokoh yang dibuat Akiyoshi ini lebih dari 4 dan semua punya problem. Nggak asal nampang 😊

Alur dan konfliknya sudah menantang dari awal. Hati-hati dengan barang di sekitarmu pas baca ini, ya. Sungguh kamu pengen lempar apapun saking sebalnya. Bahkan pas kamu baca endingnya 😆

Dan yang paling the best adalah COVER. uwuu ~~~

Lalu pesan yang bisa aku ambil: boleh menaati aturan dan hukum tapi manusia itu punya perasaan, toleransi, hubungan timbal balik. Jadi pliss komunikasi yuk secara baik-baik dengan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda

PS: absolute Justice sudah dibuat versi dramanya lho 😄


Sabtu, 02 Maret 2019

[REVIEW + GIVEAWAY] THE BOY WHO BOUGHT ME BREAKFAST DURING THE WHOLE YEAR

Judul: The Boy Who Bought Me Breakfast During The Whole Year
Penulis: Ikumisa
Penerbit: Haru
Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penyunting: Hisni Munafarifana
Penyelaras Aksara: Arumdyah Tyasayu
Desain Sampul: Diwasandhi
Penata Sampul: @teguhgra
cetakan ke-: 1, Februari 2019
Jumlah hal: 356 hal




"Manusia itu, asalkan bisa melakukan satu hal dengan baik maka itu sudah cukup." (hal. 189)

Xiang Wei Xin, pelajar SMA, hanya diberi 50 yuan untuk uang sakunya. Jadi, ia merasa kelaparan setiap harinya. Bersahabat dengan Fang Qi Ran, cewek pintar dan populer, banyak sekali keuntungan yang ia peroleh. Salah satunya, menu sarapan gratis dari salah satu kakak kelas yang menyukai Fang Qi Ran.

Xiang Wei Xin merasa bersalah karena memakan menu sarapan setahun yang harusnya dimakan Fang Qi Ran. Ia pun bertekad untuk meminta maaf sebelum Kakak Kelas lulus. Apakah si Kakak Kelas bakal memaafkan Xiang Wei Xin?



Pertama, aku suka. Aku suka. Aku suka. Novel ini ringan dan menyenangkan. Bahkan ketika menyelesaikan novel ini, aku masih pengen tahu kelanjutan kisah Xiang Wei Xin dan Kakak Kelas. Apa ya, ehm, kayak nggak boleh tamat gitu aja 😁

"Masa depan, siapa yang tahu kan? Asalkan sekarang ini kami tulus, sekarang ini kami serius, semua itu sudah cukup. " (hal. 349)

Kedua, pas buku ini datang diantar pak kurir, aku langsung kesengsem ama covernya. Lucu, eye catching dan ada kesan timbul di beberapa hurufnya. The best-lah.

Ketiga, mari kita bahas novel ini menyeluruh, ya 😄
1. Karakter.
Xiang Wei Xin ini punya watak khas remaja banget. Ceria, menyenangkan, dan yang bikin loveable adalah dia tidak mudah tersinggung dengan omongan ketus Fang Qi Ran. Terlebih lagi, dia mudah sekali dibujuk melakukan sesuatu karena makanan. Entah kenapa malah jadi keingat dengan diri sendiri (?)
Fang Qi Ran sendiri, meski terlihat jutek dan sering mengejek Xiang Wei Xin, dia sangat menyayangi sahabatnya itu. Mungkin derita menjadi cantik dan famous sudah pernah dirasain Fang Qi Ran kali, ya. Bisa jadi juga dia susah menjadi temn sesungguhnya karena "image" tinggi dia
" Tidak peduli apa pun itu, ada kau di sini, aku tidak takut!" (hal 257)
Kakak Kelas alias Tao Yu Quan ini hampir mirip dengan watak Xiang We Xin. Menyenangkan dan polos 😄 Dia mencerminkan sosok plegmatis yang nggak enakan ama orang. Bahkan ketika tahu pacarnya selingkuh tetap aja dibiarkan
Dan menurutku, tokoh pendukung lainnya berhasil membangun novel ini bernuansa anak SMA. Baik dari anggota klub gitar, si kembar cantik Taurus dan si "inu" yang mempermainkan Xiang Wei Xin.
2. Konflik
Bisa dibilang, masalah sesungguhnya adalah konflik batin di dalam Xiang Wei Xin sendiri. Trauma dengan kehidupan kedua orang tuanya dan pengalaman buruk dari si "inu" sehingga ia tidak percaya dengan cinta sejati. Serta dibumbui ketidakberdayaan membeli sarapan enak, novel ini jadi tampak romance komedi yang patut dibaca👍
Terlebih lagi, pembaca pasti suka dengan endingnya! Dan yang aku suka adalah percakapan terakhir Xiang Wei Xin dengan doi. Aku melting 😍
3. Font dan terjemahan
The Boy Who Bought Me Breakfast During The Whole Year (ya Allah ini judul panjang banget) adalah M-Novel kedua yang kubaca dari Penerbit Haru dan aku kasih dua jempol untuk terjemahan novel ini. Sungguh aku nggak berasa baca novel terjemahan lho 😊 Dan lagi ukuran font-nya lebih besar dari yang biasa dipakai Penerbit Haru, jadi mata bakalan lebih enteng buat baca 😁 Cuma aku lebih suka halaman cover dibuat sama dengan covernya.

Oh ya, salah satu alasan kenapa aku suka novel terjemahan dari Penerbit Haru adalah footnote yang banyak membantu. Biar nggak kesusahan memahami istilah yang jarang kita tahu karena perbedayaan budaya dan bahasa.

Terakhir, ketika kamu melihat buku ini di tokbuk offline atau online, jangan lupa dibeli. Aku nggak bakalan bilang apa-apa sampai kamu baca dan menikmati keseruan menu sarapan gratis milik Xiang Wei Xin. Seru, manis dan bikin ngakak.

Terakhir lagi, jangan lupa ikutan giveawaynya di Facebook Penerbit Haru. Bagaimana syaratnya:
1. Like FP Penerbit Haru, instagram @penerbitharu dan twitter @penerbitharu
2. Follow blog ini (tinggal klik tombol Follow di samping) dan tinggalkan komentar berupa : Nama-Akun Facebook di kolom komentar di bawah ini.
3. Catat clue di masing-masing host blogtour ya
4. Share info giveaway ini di akun sosmed kamu ya (optional)
5. Jangan lupa berdua buat bertemu Tao Yu Quan



Terakhir lagi lagi, terima kasih atas kepercayaan dan kesempatannya menjadi host blogtour. Semoga bisa bekerja sama lagi 😊


Senin, 11 Februari 2019

[REVIEW] ANOTHER 1 & 2

Judul: Another
Penulis: Ayatsuji Yukito
Penerbit: @penerbitharu
Jumlah hal:336 hal
Tahun terbit: Agustus 2018
Cetakan ke: -1
Penerjemah : @konstantin999
Penyunting: Rini N Badariah
Penyelaras Aksara: Titish AK
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: @teguhgra

Konbanwa 😄
selamat malam dari kota Solo yang tadi sedikit hujan 😂

Cus langsung aja aku review novel Another 2 ya.

Jadi novel ini berkisah tentang Sakakibara Kouichi yang pindah ke SMP Yomiyama Utara dan masuk kelas 3-3. Semua orang di kelas tampak ketakutan akan suatu hal. Kouichi mendekati Misaki Mei. Tapi entah kenapa semua orang tidak mengenal Mei dan perlahan satu persatu orang yang berkaitan dengan kelas 3-3 mati. Sebenarnya apa yang terjadi?

"Heh?!" kata pertama yang aku ucapin pas buku 1 ini selesai kubaca. Aku ikut kebawa alur penulisnya dan salah tebak coba 😂

Aku jarang sekali puas dengan novel bernuansa misteri tapi Another ini suasana spooky-nya dapat banget dengan narasinya yang pas. Nggak lebay. Apalagi petunjuk-petunjuk yang sengaja digantungin penulis biar pembaca makin penasaran. Hmm, salut deh.
Hal lain yang bikin betah baca adalah pilihan huruf. Font-nya enak dan ukurannya standar. Dan pas buka ngikutin novelnya, aku kayak langsung masuk ke dunia J-Lit Penerbit Haru. Lalu covernya ini the best. Udah nampak horornya dan eye catching. Aku rasa Penerbit Haru jago bikin cover seram 😬

Hanya saja, setting tempat si novel ini kurang dieksplore. Eh tapi aku suka pas penggambaran toko patung milik Misaki Mei. Pembangunan suasananya keren.

Salah satu hal yang dipertimbangkan dari buku terjemahan adalah terjemahan itu sendiri dan Another ini terjemahannya cukup luwes. Karena aku sedikit memahami gaya bahasa J-Lit yang emang gini. Well, tiap negara atau penulis punya gaya mereka masing-masing kan? 😊

Dan ending? Fyuhh, aku terpesona. Pokoknya must be read lah Another ini.

Lalu bagaimana dengan karakter di dalamnya? Tokohnya menyebalkan semua. Kecuali si Sakakibara ini 😅 Aku sendiri sangat membenci bullying dan Another ini yang melakukan perundungan adalah murid sekelas dan beberapa guru. Wow. Seolah kita diberitahu untuk stop bullying dalam bentuk apapun

Terima kasih Penerbit Haru sudah menerjemahkan salah satu karya Ayatsuji senpai, salah satu penulis yang mendapat penghargaan Mistery Writers of Japan. Semoga ada karya beliau yang diterjemakan lagi

"Murid-murid dan guru bersatu padu untuk menganggap seorang murid sebagai orang yang tidak ada. Kalau dipikir baik-baik, ini bukan hal yang biasa. Ini perundungan serius. Karena itu, aku tadi berkata dengan nada kasar bahwa ini tidak mungkin diperbolehkan. Namun... "(hal. 280)

PS: Another ini sudah ada versi anime dan live actionnya

Jumat, 31 Agustus 2018

SISI HITAM PUTIH SHADOW ECONOMY

Judul : Pergi
Penulis : Tere Liye
Co-author : Sarippudin
Editor : Triana Rahmawati
Cover : Rezolusy
Layout : Alfian
Penerbit : Republika
Cetakan : 4, Juni 2018
Jumlah halaman : 456 hal + iv
ISBN : 978-602-57340-5-2

Kamu harus mulai mencari sekutu melawannya, gunakan strategi lama tersebut, musuh dari musuh kita adalah teman. (hal. 37-38)

Berapa banyak film, drama bahkan anime bertema action yang bertokoh mafia dengan tema kehidupan gelap? Dari sekian itu, berapa banyak yang menyisipkan tujuan hidup? Mungkin hanya beberapa seperti anime Bungo Stray Dog di mana Dazai Osamu yang terobsesi bunuh diri berusaha mencari jati diri dengan menjadi panglima eksekutif Port Mafia lalu berbalik haluan ketika sahabat terbaiknya yang tidak pernah membunuh harus tewas di depan matanya.
Nah, Tere Liye menelurkan novel bertema serupa dibalut kecanggihan teknologi. Seperti prototype yang dari novel Pulang hingga Pergi menjadi benda yang dicari oleh Bujang hingga mengantarkannya ke Meksiko. Di sana, ia bertemu dengan seorang lelaki yang memnaggilnya Hermanito (adik lelakiku dalam bahasa Spanyol). Parahnya, lelaki itu mengambil prototype dari El Pacho, salah satu keluarga shadow economy di Meksiko dan juga lebih unggul dalam pertarungan kosong dengannya. Setelah kekalahannya tersebut, Bujang kembali ke Indonesia dan mencari tahu masa lalu ayahnya hingga ia menemukan sisi melankolis Samad yang tidak pernah ia ketahui.
Belum kelar kehilangan prototype itu, ancaman Mister Dragon ke keluarga Tong benar serius. Beberapa kali percobaan menghancurkan aset keluarga Tong dan juga pembunuhan Bujang. Sesuai saran Salonga, ia pun harus bekerjasama dengan keluarga shadow economy lainnya untuk menghentikan Mister Dragon. Di mulai dengan kunjungannya ke kediaman keluarga Yamaguchi di Jepang yang sedang mengadakan resepsi pernikahan anak bungsunya hingga ke Moskow dan bertemu Maria, salah satu tokoh wanita yang akhirnya berinteraksi dengan Bujang selain Yuki dan Keiko.
Setelah kesepakatan tiga keluarga shadow economy terbentuk, Keluarga Tong yang dipimpin Bujang kembali menyerang keluarga Lin di Macau. Namun, benarkah ini yang diinginkan Bujang mengenai keluarga Tong? Ke mana ia akan pergi dan membaw Keluarga Tong sesuai janjinya kepada Tuanku Imam untuk tidak membunuh?

Tapi begitulah rumus kehidupan. Dalam perkara shalat ini, terlepas dari apakah seseorang itu pendusta, pembunuh, penjahat, dia tetap harus shalat, kewajiban itu tidak luntur. Malka semoga entah di shlat yang ke-berapa, di akhirnya benar-benar berubah.(Hal. 86)

Tidak banyak penulis lokal yang berani mengambil genre thriller suspense lalu mengeksekusinya dengan baik. Selain karya Dan Brown, saya belum menikmati novel penuh teka teki seperti karya Tere Liye. Karena itu, ada beberapa poin yang mesti diulas dari novel ini lebih detail
Tokoh.
Beberapa tokoh di novel Pulang juga hadir di novel ini. Seperti Salonga, Yuki Kiko, White yang tetap konsisten dengan karakter mereka. Tidak ada perubahan yang berarti. Begitu pula dengan Bujang yang sudah menjadi Tauke Besar. Hanya muncul tokoh baru seperti keluarga Yamaguchi, Maria dan Otets. Sejauh ini Tere Liye apik menyajikan mereka dengan kelebihan dan kekurangan baik lewat dialog dan deskripsi dengan porsi yang pas. Bahkan kehadiran Tuanku Imam di awal menjadi appertisere yang manis.
Latar
Menggunakan alur maju mundur dengan perpindahan waktu yang pas, Pergi enak untuk dinikmati. Sayang, surat dari Diego malah terasa aneh bagiku. Begitu pula karakter Samad yang berubah drastis. Juga beberapa deskripsi adegan yang seolah lompat dari POV 1 ke POV 3. Dan entah disadari atau tidak, ada feel Tere Liye yang hilang di beberapa bagian novel.
Sedangkan latar tempat yang beberapa masih sama di novel Pulang, membuat pembaca bernostagia kembali meski adegan actionnya sedikit diubah. Selain itu, penjabaran tempat pabrik senjata di Moskow, pelarian di perbatasan Meksiko dan kedimaman Yamaguchi sanggup membulatkan mata karena terpukau. Sekali lagi, saya merasa tidak tahu apa-apa tentang ilmu pengetahuan.
Konflik
Dibandingkan konflik perang antara keluarga shadow economy, pertarungan batin dalam diri Bujanglahh menjadi center di sini. Karena sejatinya, melawan diri sendiri lebih susah dibanding dengan orang lain. Dan konflik ini diramu dengan apik dengan ending yang pas. Saya rasa kebimbangan Bujang menentukan pilihan dideskripsikan dengan bagus. Hanya beberapa narasi yang menurut saya terlalu panjang meskipun tujuannya untuk menjelaskan.

Mereka memang penjahat, Diego. Tapi dunia tidak sesederhana warna hitam-putih. Aku tidak sedang membela siapapun, tapi kita semua berkepentingan menjaga keseimbangan.
(Hal. 454)

Terlepas dari itu semua, salah satu hal yang saya sukai dari novel Tere Liye, selain sarat makna kehidupan adalah informasi tentang ekonomi, politik ataupun agama yang disampaikan dengan menyenangkan. Tokoh yang tidak too good to be true tapi loveable adalah daya tarik pembaca. Karakter yang konsisten hingga akhir dan juga sosok bijaksana yang menjadi secercah pintu keluar bagi sang tokoh utama. Seolah Tere Liye ingin bilang, orang tua lebih banyak makan asam garam kehidupan dan lihatlah sebuah permasalahan lebih dekat karena dengan begitu akan dapat menilai lebih bijaksana.

Dunia selalu sederhana, Agam. Hitam dan putih. Dan aku tidak peduli soal keseimbangan. Aku justru sedang membentuk keseimbangan baru. (Hal. 454)

Minggu, 26 Agustus 2018

BLOGTOUR REVIEW MALIKA





Judul : Malika dan Cerita Cinta Lainnya
Penulis : Sefryana Khairil
Penerbit : Lekha Media
Editor : Rahma Yulia
Desain Sampul : Valdi Akbar
Jumlah halaman : 61 hal


“Relationship is not about how deep your love” (hal 45)

Halo semua. Jumpa lagi di postingan blogku, ya? Hehe. Nah kali ini aku mau ngomongin kumpulan cerpen terbaru dari Lekha Media. Yuk lihat dulu blurbnya.

Ketika rasa itu tidak kembali, bukan karena ia pergi. Namun, ia retak-pecah, tak pernah utuh lagi.
Banyak alasan untuk jatuh cinta, tetapi Malika tidak mengerti mengapa ia jatuh cinta kepada Galih, seseorang yang tidak benar-benar dikenalnya. Ah, bahkan ia juga tidak mengenal dirinya sendiri. Mengapa cinta begitu membingunkan seperti ini?
Buku ini terdiri dari 5 cerita cinta yang begitu memainkan hati. Senang iya, sedih dapat, resah, gelisah dan juga bingung. Sefryana Khairil mengambil masalah-masalah yang biasa terjadi pada hubungan dua insan manusia baik baru pedekate, kenalan, pacaran dan juga pernikahan. Konfliknya sungguh hidup karena memang mungkin pembaca juga mengalaminya. Dan kabar baiknya (?) selalu ditutup dengan happy ending. Walaupun aku ini penyuka sad ending. Hahaha.
Namun, aku rasa durasi per ceritanya kurang dieksplor dengan baik. Begitu pula karakter yang muncul di tiap part kurang dideskripsikan dengan pas. Habisnya, pas lagi nikmatin baca, eh, tahu-tahu sudah selesai. Apa mungkin juga karena faktor aku yang sudah lama tidak baca cerpen? Entahlah, yang jelas buku ini kurang tebal untuk cerita cinta yang manis.
Oh, ya, aku masih menemukan beberapa typo dan semoga bisa menjadai catatan bagi semua.
By the way, cerita yang paling aku sukai adalah Is This Love? Karena mengambil latar stasiun, kopi, illustrator dan toko buku langka. Ahhh, ini mah the best banget J

“Rasa ini adalah sepucuk surat basah.
Ketika kau baca, ia memburam kemudian melebur (hal. 9)

Psst, ada kabar baiknya juga lho. Kamu bisa dapat ebook Malika dan Cerita Cinta Lainnya ini lho. Karena… GIVEAWAY YIME. Syaratnya apa aja?
1. Follow IG @lekhamedia @sefryanakhairil dan juga @aysandbook (atau blog aku)
2. Share postingan ini di instastory kamu lalu mention aku, ya
3. Tulis done.
4.
Selesai

Giveaway ini hanya berlangsung 27-28 Agustus 2018. Akan ada 3 pemenang yang diumumkan paling lambat 30 Agustus 2018. Semoga beruntung J

Rabu, 13 Juni 2018

REVIEW CREDIT ROLL OF THE FOOL

[REVIEW] FIKSI – CREDIT ROLL OF THE FOOL


Penulis : Yonezawa Honobu
Penerjemah : Faira Ammadea
Desainer Sampul : Chyntia Yanetha
Penyunting : Cerberus404
Penerbit : Haru
Pemeriksa Bahasa : Andry Setiawan
Penyelaras Aksara : Herliana Isdianti
Penata Sampul : Iman Dayasya
Cetakan : Pertama,April 2018
Halaman : 260 hal


B*L*U*R*B
Oreki Hotaro lagi-lagio terseret oleh rasa ingin tahu Chitana Eru. Melawan keingiannya, kalli ini Hotaro harus menebak penyelesaian skenario naskah film misteri kelas 2-F yang akan ditayangkan saat Festival Kanya nanti.
Seorang siswa terjebak dalam kamar tertutup bangunan terbengkalai, mati setelah tangannya terpotong. Namun, siapa yang membunuh? Bagaimana caranya? Film itu selesai begitu saja tanpa penjelasan. Hotaro-lah yang bertugas untuk menebak siapa dan bagaimana trik pembunuhan itu dilakukan.
Namun, hanya itukah masalahnya? Atau ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar menyelesaikan skenario film?
*****

“Semua orang harus menyadari bakat yang ada pada dirinya.” (Hal. 229)
Hisashiburi, minna-san. Cukup lama juga akhirnya bisa update ini blog dengan review buku. Habisnya, akun sebelah lebih meggoda (cek my instagram dong @book_ay). Xixixi.
Oke deh, langsung aja cus. Ini buku kedua dari serial Hyouka yang juga diterbitkan penerbit Haru beberapa bulan lalu. Tapi sebenarnya, ini buku pertama yang kubaca. Semoga ada rezeki lagi buat ngomplitin mereka. Buwahaha.
Plis deh, ini kok makin ngelantur aja, ya.
Skip.
Terus bagaimana pendapatku tentang novel ini? Bisa dibilang ini novel “mikir” yang cukup menarik. Bagian awal buku, pembaca sudah dibuat penasaran dengan dialog dua orang yang tidak jelas siapanya. Nah dari sini, penulis menggiring clue, percakapan, gerak-gerik, situasi yang menjurus ke “ini sebenarnya gimana sih endingnya”.
Meskipun olah bahasa yang sedikit kaku atau memang tipe penulisan Yonezawa-san seperti itu, aku rasa daya tarik novel ini tidak berkurang. Apalagi karakter-karakternya yang dari awal selalu konsisten dengan watak mereka masing-masing. Selipan-selipan quote yang bermakna adalah salah satu alasan kenapa aku suka baca novel terjemahan Jepang. Nggak di film nggak di buku, kalau udah bahas masa SMA, pasti aja ada sesuatu yang ngena banget.
Aku suka font yang dipilih Penerbit Haru. Enak dibaca. Kovernya pun mirip dengan buku pertama. Jadi buat diriku yang suka main instagram gini, suka bangetlah buat difotoin. Hahaha. Dan yang penting, Penrbit Haru selalu menggunakan catatan kaki yang membantu pembaca. Ah, ini salah satu penyelemat biar pas baca nggak tergoda ke mbah google buat cari maksud yang ditulis di novel.
Akhir kata, Credit Roll of The Fool, meski bukan novel genre detektif seberat karya Conan Doyle atau Agatha Christie, sanggup mengecoh pembaca dengan “keringanannya” itu. Dan juga kekepoan Chitanda Eru yang harus diselesaikan Oreki Hotaro bakalan selalu bikin kangen untuk disimak.
Ja matta ne.
Ngomong-ngomong, aku kok kesengsem ama Satoshi, ya? (Plis, deh nggak ada yang tanya, Ay )
“Yang namanya Fukube Satoshi memang tidak punya bakat, tapi memangnya Oreki Hotaro juga? Itu masih harus dipikirkan lagi. (Hal. 16)

Minggu, 25 Maret 2018

REVIEW FIKSI - THE WORLD'S BEST BOYFRIEND

[REVIEW] FIKSI – THE WORLD’S BEST BOYFRIEND

Penulis : Durjoy Datta
Desain Kover : Indah Rakmawati
Penyunting : Mery Riansyah
Penerbit : Haru
Penyelaran Aksara : Seplia
Penata Sampul : Iman Dayasya
Cetakan : Pertama, Januari 2018
Halaman : 388 hal

                                     B*L*U*R*B
         Kata orang, cinta dan benci itu berbeda tipis. Dan terkadang, kita tidak bisa membedakannya…
Dhruv adalah berandalan tampan yang populer. Aranya adalah gadis genius dengan penyakit memalukan. Mereka pernah saling jatuh cinta, tapi suatu insiden membuat keduanya menjadi musuh bebuyitan dan melupakan satu sama lain.
Hingga akhirnya mereka bertemu kembali. Kali ini, mereka menghabiskan sebagian besar waktu dengan saling membenci dan mencoba menghancurkan satu sama lain. Namun, entah kenapa mereka justru tidak dapat saling menjauhkan diri.

“Aku bisa bilang apa?ini takdir. Tapi karena kau juga di sini sekarang, aku yakin ini akan menyenangkan.” (hal. 60).

        Selamat siang di hari panas dari kota Solo. Apalagi di akhir bulan gini, suasana kok makin panas. Hehe. Nah pas juga nih bUat baca The World’s Best Boyfriend dari Durjoy Datta, Hindi-lit pertama dari Penerbit Haru yang juga “hot”.
   Jadi awal pas baca blurbnya, agak dibilang, tema yang dipakai nyaris sama dengan novel romance lainnya—suka-benci-suka lagi.  Konflik lain yang terasa familiar seperti efek broken home, pengitimewaan anak satu dibanding anak lain dan juga komunikasi itu penting antara orang tua dan anak, membuat novel ini punya pesan yang tersirat, malah amat tersirat mungkin. Pembaca akan menyelami bagaimana sosok Dhruv yang terkenal berandal tapi begitu menyukai Aranya, ayah Dhruv yang menunjukkan bahwa melepas orang dicintai demi kebahagiaannya sangat sesak tapi harus dilakukan atau Aranya yang gigih menunjukkan “ini lho gue yang hebat”. Dan mungkin novel ini jadi sedikit menggambarkan “oh begitu ya kehidupan di India sana” meskipun tidak 100%. Ngomong-ngomong, kok aku banyak sekali pakai kata “mungkin” ya. Hmmm abaikan-abaikan.
   Cus lanjut.
     Tapi mengingat label 21+ di cover belakang, pembaca diharap mematuhi aturan ini ya. Plis jangan dilanggar karena emang banyak hal yang hal-yang-tidak-boleh-dibaca-atau-dilakukan mengingat penulis cukup liar mendeskripsikannya. Bahkan candaan Dhruv dan temannya itu selalu menjurus ke itu. Entahlah, aku nggak dapat feel mengapa adegan “itu” harus diceritakan. Menurutku diskip aja nggak masalah. Peace. Hehe.
      Terlepas dari itu semua, aku salut dengan penerjemah dan editornya. Terjemahannya mudah dimengerti dan minim typo. Yeay! E tapi, Penerbit Haru, aku suka pembatas bukunya kayak kemarin pas aku baca Voice in My Head, terlihat easy going dan nggak kaku. Monoton aja sih pembatas buku selalu berbentuk persegi panjang. Xixixi.
Oh ya, lewat novel ini aku tahu bahwa menjadi berbeda itu memang sulit but why not? Kamu bisa menonjolkan kemampuan lebihmu dengan cara positif (harusnya).
      Demikian review novel The World’s Best Boyfriend dariku, sebelum undur diri, di akhir blogtour nanti akan ada giveaway di page Penerbit Haru, nah salah satu pertanyaannya ada di blogku. And what is that?

Siapakah gadis yang disukai Dhruv?”

Gampang kan jawabannya? Kamu simpan dulu jawabannya sampai akhir blogtour ya.
      Akhir kata, terima kasih buat Penerbit Haru atas kesempatan yang diberikan untukku. Yeay! Semoga kita bisa kerjasama lagi. See you soon Ayam Haru. Salam buat dedek Paus Spring dan Rubah Inari ya. Bilang kangen dariku. Haha.

PS: Margin, font dkk nya hancur karena posting lewat hp 😭

Sabtu, 10 Maret 2018

REVIEW HEARTBREAK FORMULA

[REVIEW] FIKSI – HEARTBREAK FORMULA

Penulis: Mpur Chan
Desain Kover: Indah Rakmawati
Penyunting: Yooki
Penerbit: Haru
Layout Kover: @teguhgra
Penyelaran Aksara: Seplia
Cetakan: Pertama, Desember 2017
Halaman: 292 hal

Sore tadi, pukul 06.45 di hari ulang tahun Harry yang ke-18, aku menabrakkan diri pada sebuah mobil yang melaju.
Hary… pria yang kupercaya dan selalu ada untukku berubah sejak kami masuk SMA. Pria itu tak lagi ada di sampingku bahkan ketika aku sedang berada di titik terendah dalam hidupku.
Kupikir aku punya jawaban untuk masalahmu,” ujar Dokter Cornell, merendahkan suuaranya. “im penelitianku sedang berskperimen membuat formula untuk membuat manusia lupa akan kejadian buruk di masa lalu. Formula Olvidelo.”
Ketika penawaran itu datang, sebuah pintu baru seolah terbuka di hadapanku.
Formula itu mungkin adalah jawabannya. Namun masalahnya, aku tak tahu apakah formula itu akan menyelamatkanku …tau mal;ah menjeremuskanku.

Hisashiburi! Hufh aku udah mulai bersih-bersih blog nih! Banyak sarang laba-labanya juga. Hehe.
Yeyay, ini review pertamaku di tahun 2018. Novel dari Penerbit Haru yang kubaca di tahun ini karena blurbnya yang langsung buatku memicingkan mata. Bunuh diri. Aku sellau tertarik dengan novel yang mengangkat tema kayak gini. Seperti ada magnet tak kasat mata untuk dilihat. Cus this is out:

Setelah mencoba bunuh diri untuk kedua kalinya dan gagal, Summer memutuskan untuk mengiakan tawaran dokter Cornell tentang penelitian formula Olvidelo. Di tempat penelitian, ia bertemu dengan kesebelas anak lainnya yang juga memiliki masalah hampir sama. Ke semua obek penelitian itu dinamakan berdasarkan nama bulan dalam setahun dan dikelompokkan menjadi 3 grup. Summer yang sekarang disebut April, berkelompok dengan June, May dan December. Nyatanya, ketika April mencoba menghidar dari segala interaksi dengan obyek penelitian lain, ia malah dekat dengan June yang bertekad tetap akan bunuh diri setelahkeluar dari Zanson Survival Shelter. Sanggupkah Summer mencegah tindakan June sedangkan dirinya juga ingin melakukan hal yang sama? Lalu bagaimana hubungan April dengan ibu dan ayah yang pergi meninggalkannya?

Menurutku, tokoh Summer di sini membuatku miris. Karena kupikir banyak sekali di sanan, orang-orang yang merasa sendiri. Bahkan ia tidak merasa punya keluarga ketika orang yang ia panggil keluarga tepat di sampingnya.
Aku suka cara kak Mpur Chan menuturkan cerita mirip novel terjemahan. Entahlah feelku ngerasa gitu. Dan lagi, risetnya kece! Salut. Karena yang nggak asal tulis gini selalu punya kesan mendalam. Ceile. Meskipun aku ngerasa juga masalahnya kurang dieksplore begitu pula dengan konflik keluarga yang pengen banget ditonjolkan. Hehe. But overall, Heart Formula adalah salah satu novel local yang aku suka. btw, kenapa judulnya bisa Heartbreak Formula, ya?

Sabtu, 21 Mei 2016

DRAMA KEPEPET UJUNG BULAN

#JadilahSepertiBudi
#JadilahSepertiBudi - Eps. 1: http://youtu.be/-sSBWcFBGEo?rel=0&autoplay=1





Berapa kali dalam sebulan ketika kamu menengok ke dalam isi dompetmu namun yang kau temukan hanya beberapa lembar kertas bergambar pahlawan yang menenteng bilah? Lima kali? Sepuluh kali atau tiga puluh kali? Sepertinya kita tidak jauh berbeda.
Mungkin jutaan orang di luar sana (termasuk aku), pendapatan bulanan itu ibarat minum es the ketika beberbuka puasa. Rasanya sangat sedap di awal tapi setelah lewat tenggorokan, kesegaran lenyap begitu saja. Sekalipun berusaha untuk ngirit sengiritnya, toh efeknya Cuma secuil. Alhasil, tanggal tua menjadi kisah sedih tak hanya di hari minggu, tapi seminggu full. Apalagi ketika supermarket, department store dan toko buku mengadakan diskon besar-besaran di akhir bulan, bisanya Cuma ngiler memandang dompet yang tak pernah terisi.
Aku pernah mendengar cerita dari kwanku yang terbilang idenya.
                “Di awal bulan, saat dapat gaji mesti hemat. Tidak usah jajan di luar atau nonton bioskop dululah. Nah, nanti pas mau akhir bulan tuh, bolehlah sedikit boros, kan bentar lagi gajian. “
Sebenarnya sih waktu mendengar sarannya dia, aku Cuma ngangguk-ngangguk, mengiakan, tapi setelah dipikr sebenarnya intinya sama saja. Hanya mengubah pola belanja yang biasanya di depan sekarang jadi di belakang. hufh.


 

Godaan laki-laki itu wanita sedangkan godaan wanita itu sendiri adalah harta. Maka tak heran aku pun juga termasuk wanita yang ehem cukup boros. Aku pun mencoba membeli buku Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi dari salah satu penerbit buku di Yogyakarta. Mencoba menerapkan satu persatu step yang ada. Bagaimana hasilnya? Please jangan tanya sekarang. Masih terlalu suliiittt. So aku pun mencoba membuat trik dan tips sendiri brejibaku pada tanggal tua berdasarkan pengalaman pribadi. Cekidot.
1.       Beri alarm pada handphone, kalender atau apapun yang menandakan perang dengan tanggal tua akan segera dimulai.
Yah, bagaimanapun juga, melwana sesuatu juga harus pakai strategi dan taktik. Jangan sampai sebelum berperang kita sudah kalah.
2.       Tutup mata, telinga dan hidung.
Saat kita pergi keluar, rayuan makanan-makan lezat seperti musik-musik yang menggoda seluruh panca indera untuk membelinya. Bahkan nasi kotak yang berisi ayam goring terasa lebih sedap dari hari biasanya.
3.       Tahan nafsu untuk shopping, piknik atau jalan-jalan ke mall.
Bukan apa-apa nih. Kadang sekalipun tidak ada niat sama sekali untuk belanja, pas sudah ssampai di TKP, tiba-tiba reflek tangan langsung jail ambil barang, meluncur ke ksir dan bayar barang belanjaan tersebut. Ini sih aku, kalau kamu bagaimana?
4.       Simpan sebagian uang kamu di tempat tersembunyi dan juga ATM.
Nah ini dia jurus terakhir yang kulakukan. Sebenarnya ada untungnya juga membawa uang tunai dan ATM secara bersamaan saat bepergian. Tapi biar tidak boros, aku taruh uang pas yang cukup untuk paling nggak tambal ban jika bocor atau makan semangkuk mie ayam. Plus pulsa handphone tidak kurang untuk bisa menelpon seseorang.
Yeay. Sudah sampai di ujung obrolan. Semoga cuap-cuapku barusan berguna, ya. Karena bagaimapun wanita nantinya akan menjadi banknya keluarga jadi mesti hemat. Yosh!