Minggu, 18 Agustus 2019

REVIEW FIKSI: ME AND MY BROKENHEART

ME AND MY BROKENHEART

Memecahkan soal matematika rasanya tetap lebih muda daripada melepas seseorang yang pernah mengisi hati kita. Bagi Luna, separuh hatinya masih mengharapkan sang mantan. Dan bagi Mika, si cowok favorit disekolah adaluka masa lalu yang sulit sekali ia sembuhkan sendiri.


Mika dan Luna bertemu ketika tak satu pun dari mereka mengharapkanapa-apa tentang cinta. Hanya berusaha saling menguatkan karenapatah hatinya masing-masing. Luna merasa memiliki teman yang mengerti bagaimana sulitnya hidup tanpa orang tersayang.


Namun tanpa disadari, pertemanan itu berubah menjadi saling menyayangi. Me and my brokenheart adalah kisah dua orang yang berpura-pura tak peduli pada hati yang mulai tumbuh kembali setelah sebelumnya patah. Mampukah mereka selamanya mengingkari?

Move on itu sulit kalau yang bersangkutan sebenarnya nggak mau move on. Saat lo mau move on, berarti lo harus rela meleopas bukan hanya orangnya tetapi juga rasa dan kenangannya.

‘Mik, kebahagiaan terbesar seorang ibu itu waktu anaknya lahir di dunia.’(hal 52)


Mika baru saja diputusin Ana. Seberap kuat ia coba melupakan Ana, pada akhirnya bayang-bayang Ana masih menghantui. Apalagi kehidupan barunya bersama ayah kandungnya setelah ibunya meninggal , membuat Mika harus lebih intens mempererat hubungan mereka. Bahkan ia juga baru tahu memliki kembaran bernama Revon.
Tanpa ia duga, Luna, teman Ana, mengibarkan bendera perang. Bahkan gadis itu sering bersikap ketus padanya. Namun lambat laun, kehadiran Luna menjadi salah satu hal spesialuntuknya. Bagaimana dengan Luna sendiriyang masih belum bisa melupakan Juna, salah satu teman Mika?

Halo, semua. Apa kabar hari ini? Untuk sekian purnama, akhirnya aku bisa blog ini *maafkan Mamamu yang sok sibuk ini, Nak.

Jadi, untuk sekian purnama pula,aku membaca novel teenlit dengan tema khas remaja: cinta,persahabatan, keluarga. Yeay!

Apa sih yang kusuka dari novel ini?

First, kedua tokoh utama: Mika dan Luna. Keduanya punya karakter yang klop. Mika yang ceria, easy going ini bikin senyam senyum pas baca. Dipadukan dengan Luna yang lebih kalem dan sedikit tertutup dengan masalahnya. Bisa dibilang konflik mereka pun setipe.


Second, dialog antartokohnya pas. Nggak lebay. Bahkan candaan Mika masih bisa masuk ke aku. Narasinya khas teenlit. Meski kosakata yang dipakai cenderung itu itu aja, aku rasa ini nggak bikin boring.


Third, ilustrasi yang apik didukung dengan font yang pas. Ehm, apa ya. Aku termasuk orang yang agak perhatian dengan pilihan font. Karena ukuran yang pas, bisa bikin betah baca. Hehe. Ah dan tak lupa warna covernya yang nonjok ke mata. Hehe.

Fourth, kisah tokoh lainnya. Bener nggak sih yang Matt dan Mou di sini adalah Matt-Mou yang sama di novel Wulanfadi sebelumnya? Suerr, aku nggak tahu soalnya?

Fifth, aku semua perpaduan komplit dari no 1-4. Hehe


Well, novel teenlit ini cocok untuk bacaan ringan yang bisa bikin ketawa sekaligus sedih. Tapi, nggak bakalan rugi deh buat baca novel ini.


Terakhir, terima kasih untuk Gagas Media, Mbak Wulanfadi dan mbak Rizky yang sudah memberi kesempatan untuk membaca dan mereview buku ini. Semoga kita bisa berjodoh lain waktu.

‘Kadang orang yang terlihat paling bahagia juga ingin terlihat bersedih, agar dunia tahu bahwa kebahagiaannya itu kebohongan besar.’ (hal. 60)

Kamis, 25 April 2019

REVIEW + GIVEAWAY DEAR OPPA

Judul: Dear Oppa
Penulis: Borassaem
Ilustrasi: Deirikaa
Penerbit: Inari
Penyunting: Pricillia A. W.
Penyelaras Aksara: Ilona Alle
Desain Sampul: Deirikaa
Cetakan ke-: 1, Februari 2019
Jumlah hal: 156 hal




Je ireumeun Ayayeyo (Nama saya adalah Aya)

First Question? Dari judulnya, menurut kamu, ini nonfiksi atau fiksi? Jujur ya, jujur ini. Aku kira awalnya fiksi. Tapi setelah aku buka, eh ternyata buku nonfiksi yang imutnya kebangetan 😬

Sesuai judulnya, buku ini berisi langkah-langkah berbahasa Korea khususnya berkomunikasi dengan idol, mulai dari huruf Hangeul, perkenalan dan cara menulis hangeul dengan benar. Surprise me yang nggak pernah tahu bahasa Korea, ternyata hampir mirip dengan alfabet biasa: huruf vokal dan konsonan.

Nah yang bikin buku ini seimut para idol adalah ilustrasi di dalamnya. Uwuu~~~ Beneran nggak nyangka kalau ini buku nonfiksi. Soalnya cantik banget gambar-gambar di dalamnya. Plus full colour. Jadi makin semangat buat belajar dong, ya 😊

Buat aku yang nol banget bahasa Korea, penjelasan bahasa Korea-nya nggak ribet. Stepnya pelan dan mudah dimengerti. Apalagi ditulis juga pakai hangeul, cara baca dan terjemahannya sekaligus. Bahkan di akhir bab, ada excercise yang nggak bikin boring.

Well, covernya sendiri udah minta dipeluk dengan gambar yang eyecatching. Begitu juga font yang digunakan di dalamnya, hmm pas di mata. Jadi nggak salah kalau buku ini jadi awal buat kamu untuk belajar bahasa Korea. Apalagi bisa komentar di sosmed idol kamu dengan pas biar nggak terkesan sombong sebagai fans 😊

Sekian review dariku. Semoga komunikasimu dengan idol makin bagus ya setelah baca buku ini

Anyway, ada giveaway berhadiah merchandise berupa  Refil Agenda Emerald Green Label dan Keychain random Penerbit Haru Grup. Caranya:
1. Like FP Penerbit Inari, instagram @penerbitinari dan twitter @penerbitinari
2. Follow blog ini (tinggal klik tombol Follow di samping) atau IG @aysandbook dan tinggalkan komentar berupa : Nama-Akun IG-Idol Kamu di kolom komentar di bawah ini.
3. Share info giveaway ini di akun sosmed kamu ya dan mention @aysandbook (optional) 
4. Giveaway ini berlangsung 26 April-29 April 2019 dan diumumkan pemenangnya setelah blogtour selesai
5. Goodluck

------DITUTUP-------

Terima kasih atas partisipasinya dan selamat untuk:

@Hanumbella

kamu terpilih menjadi pemenang. Segera kirimkan data diri dan no HP ke akun @aysandbook lewat DM ya. Aku tunggu 1x 24 jam


Sampai jumpa di giveaway selanjutnya





Jobeun haru bonaseyo
Semoga harimu menyenangkan

PS: bonus poster Hangeul lho di buku ini

Minggu, 07 April 2019

REVIEW ABSOLUTE JUSTICE


Judul: Absolute Justice
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru @penerbitharu
Cetakan ke: 1, Mei 2018
Penerjemah: Nurul Maulidia
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Cerberus404
Penyelaras Aksara: Seplia
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: @teguhgra




Nah, karena ini malam, kayaknya waktu yang pas buat post review Absolute Justice-nya Akiyoshi senpai 😊




Jadi bisa dibilang, meski aku punya Girls in the Dark, Absolute Justice malah jadi novel pertama senpai yang kubaca. Well, telat sih karena ternyata aku suka novelnyaaa 😆😆😆

Nah, di novel yang dengan blurb pengen dikeplak itu, tokoh-tokoh di dalamnya diceritakan detail dengan masalah masing-masing. Bagaimana Kazuki, Reika, Yumiko, dan Riho melakukan "itu" ke "robot" Noriko beserta alasannya yang logis. Karena kalau aku jadi mereka, rasanya sebel bukan main 😈. Dan juga tokoh yang muncul belakangan tapi punya porsi yang pas. Aku rasa ini merupakan twist yang paling tidak tertebak dari novel ini dan aku cuma bisa bilang "waaaoooowwww".

Soal terjemahannya, aku suka. Selalu. Dan aku tidak pernah kesulitan memaknai cerita J-Lit dari pas baca Cinderella Teeth. Dan font yang dipilih Penerbit Haru ini khas banget dengan ukuran pas yang seolah ikut nambahin kemisterian cerita 😆

Tokoh-tokohnya punya karakter yang real serta punya masalah yang realitis pula. Kece-nya lagi, tokoh yang dibuat Akiyoshi ini lebih dari 4 dan semua punya problem. Nggak asal nampang 😊

Alur dan konfliknya sudah menantang dari awal. Hati-hati dengan barang di sekitarmu pas baca ini, ya. Sungguh kamu pengen lempar apapun saking sebalnya. Bahkan pas kamu baca endingnya 😆

Dan yang paling the best adalah COVER. uwuu ~~~

Lalu pesan yang bisa aku ambil: boleh menaati aturan dan hukum tapi manusia itu punya perasaan, toleransi, hubungan timbal balik. Jadi pliss komunikasi yuk secara baik-baik dengan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda

PS: absolute Justice sudah dibuat versi dramanya lho 😄


Sabtu, 02 Maret 2019

[REVIEW + GIVEAWAY] THE BOY WHO BOUGHT ME BREAKFAST DURING THE WHOLE YEAR

Judul: The Boy Who Bought Me Breakfast During The Whole Year
Penulis: Ikumisa
Penerbit: Haru
Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penyunting: Hisni Munafarifana
Penyelaras Aksara: Arumdyah Tyasayu
Desain Sampul: Diwasandhi
Penata Sampul: @teguhgra
cetakan ke-: 1, Februari 2019
Jumlah hal: 356 hal




"Manusia itu, asalkan bisa melakukan satu hal dengan baik maka itu sudah cukup." (hal. 189)

Xiang Wei Xin, pelajar SMA, hanya diberi 50 yuan untuk uang sakunya. Jadi, ia merasa kelaparan setiap harinya. Bersahabat dengan Fang Qi Ran, cewek pintar dan populer, banyak sekali keuntungan yang ia peroleh. Salah satunya, menu sarapan gratis dari salah satu kakak kelas yang menyukai Fang Qi Ran.

Xiang Wei Xin merasa bersalah karena memakan menu sarapan setahun yang harusnya dimakan Fang Qi Ran. Ia pun bertekad untuk meminta maaf sebelum Kakak Kelas lulus. Apakah si Kakak Kelas bakal memaafkan Xiang Wei Xin?



Pertama, aku suka. Aku suka. Aku suka. Novel ini ringan dan menyenangkan. Bahkan ketika menyelesaikan novel ini, aku masih pengen tahu kelanjutan kisah Xiang Wei Xin dan Kakak Kelas. Apa ya, ehm, kayak nggak boleh tamat gitu aja 😁

"Masa depan, siapa yang tahu kan? Asalkan sekarang ini kami tulus, sekarang ini kami serius, semua itu sudah cukup. " (hal. 349)

Kedua, pas buku ini datang diantar pak kurir, aku langsung kesengsem ama covernya. Lucu, eye catching dan ada kesan timbul di beberapa hurufnya. The best-lah.

Ketiga, mari kita bahas novel ini menyeluruh, ya 😄
1. Karakter.
Xiang Wei Xin ini punya watak khas remaja banget. Ceria, menyenangkan, dan yang bikin loveable adalah dia tidak mudah tersinggung dengan omongan ketus Fang Qi Ran. Terlebih lagi, dia mudah sekali dibujuk melakukan sesuatu karena makanan. Entah kenapa malah jadi keingat dengan diri sendiri (?)
Fang Qi Ran sendiri, meski terlihat jutek dan sering mengejek Xiang Wei Xin, dia sangat menyayangi sahabatnya itu. Mungkin derita menjadi cantik dan famous sudah pernah dirasain Fang Qi Ran kali, ya. Bisa jadi juga dia susah menjadi temn sesungguhnya karena "image" tinggi dia
" Tidak peduli apa pun itu, ada kau di sini, aku tidak takut!" (hal 257)
Kakak Kelas alias Tao Yu Quan ini hampir mirip dengan watak Xiang We Xin. Menyenangkan dan polos 😄 Dia mencerminkan sosok plegmatis yang nggak enakan ama orang. Bahkan ketika tahu pacarnya selingkuh tetap aja dibiarkan
Dan menurutku, tokoh pendukung lainnya berhasil membangun novel ini bernuansa anak SMA. Baik dari anggota klub gitar, si kembar cantik Taurus dan si "inu" yang mempermainkan Xiang Wei Xin.
2. Konflik
Bisa dibilang, masalah sesungguhnya adalah konflik batin di dalam Xiang Wei Xin sendiri. Trauma dengan kehidupan kedua orang tuanya dan pengalaman buruk dari si "inu" sehingga ia tidak percaya dengan cinta sejati. Serta dibumbui ketidakberdayaan membeli sarapan enak, novel ini jadi tampak romance komedi yang patut dibaca👍
Terlebih lagi, pembaca pasti suka dengan endingnya! Dan yang aku suka adalah percakapan terakhir Xiang Wei Xin dengan doi. Aku melting 😍
3. Font dan terjemahan
The Boy Who Bought Me Breakfast During The Whole Year (ya Allah ini judul panjang banget) adalah M-Novel kedua yang kubaca dari Penerbit Haru dan aku kasih dua jempol untuk terjemahan novel ini. Sungguh aku nggak berasa baca novel terjemahan lho 😊 Dan lagi ukuran font-nya lebih besar dari yang biasa dipakai Penerbit Haru, jadi mata bakalan lebih enteng buat baca 😁 Cuma aku lebih suka halaman cover dibuat sama dengan covernya.

Oh ya, salah satu alasan kenapa aku suka novel terjemahan dari Penerbit Haru adalah footnote yang banyak membantu. Biar nggak kesusahan memahami istilah yang jarang kita tahu karena perbedayaan budaya dan bahasa.

Terakhir, ketika kamu melihat buku ini di tokbuk offline atau online, jangan lupa dibeli. Aku nggak bakalan bilang apa-apa sampai kamu baca dan menikmati keseruan menu sarapan gratis milik Xiang Wei Xin. Seru, manis dan bikin ngakak.

Terakhir lagi, jangan lupa ikutan giveawaynya di Facebook Penerbit Haru. Bagaimana syaratnya:
1. Like FP Penerbit Haru, instagram @penerbitharu dan twitter @penerbitharu
2. Follow blog ini (tinggal klik tombol Follow di samping) dan tinggalkan komentar berupa : Nama-Akun Facebook di kolom komentar di bawah ini.
3. Catat clue di masing-masing host blogtour ya
4. Share info giveaway ini di akun sosmed kamu ya (optional)
5. Jangan lupa berdua buat bertemu Tao Yu Quan



Terakhir lagi lagi, terima kasih atas kepercayaan dan kesempatannya menjadi host blogtour. Semoga bisa bekerja sama lagi 😊


Senin, 11 Februari 2019

[REVIEW] ANOTHER 1 & 2

Judul: Another
Penulis: Ayatsuji Yukito
Penerbit: @penerbitharu
Jumlah hal:336 hal
Tahun terbit: Agustus 2018
Cetakan ke: -1
Penerjemah : @konstantin999
Penyunting: Rini N Badariah
Penyelaras Aksara: Titish AK
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: @teguhgra

Konbanwa 😄
selamat malam dari kota Solo yang tadi sedikit hujan 😂

Cus langsung aja aku review novel Another 2 ya.

Jadi novel ini berkisah tentang Sakakibara Kouichi yang pindah ke SMP Yomiyama Utara dan masuk kelas 3-3. Semua orang di kelas tampak ketakutan akan suatu hal. Kouichi mendekati Misaki Mei. Tapi entah kenapa semua orang tidak mengenal Mei dan perlahan satu persatu orang yang berkaitan dengan kelas 3-3 mati. Sebenarnya apa yang terjadi?

"Heh?!" kata pertama yang aku ucapin pas buku 1 ini selesai kubaca. Aku ikut kebawa alur penulisnya dan salah tebak coba 😂

Aku jarang sekali puas dengan novel bernuansa misteri tapi Another ini suasana spooky-nya dapat banget dengan narasinya yang pas. Nggak lebay. Apalagi petunjuk-petunjuk yang sengaja digantungin penulis biar pembaca makin penasaran. Hmm, salut deh.
Hal lain yang bikin betah baca adalah pilihan huruf. Font-nya enak dan ukurannya standar. Dan pas buka ngikutin novelnya, aku kayak langsung masuk ke dunia J-Lit Penerbit Haru. Lalu covernya ini the best. Udah nampak horornya dan eye catching. Aku rasa Penerbit Haru jago bikin cover seram 😬

Hanya saja, setting tempat si novel ini kurang dieksplore. Eh tapi aku suka pas penggambaran toko patung milik Misaki Mei. Pembangunan suasananya keren.

Salah satu hal yang dipertimbangkan dari buku terjemahan adalah terjemahan itu sendiri dan Another ini terjemahannya cukup luwes. Karena aku sedikit memahami gaya bahasa J-Lit yang emang gini. Well, tiap negara atau penulis punya gaya mereka masing-masing kan? 😊

Dan ending? Fyuhh, aku terpesona. Pokoknya must be read lah Another ini.

Lalu bagaimana dengan karakter di dalamnya? Tokohnya menyebalkan semua. Kecuali si Sakakibara ini 😅 Aku sendiri sangat membenci bullying dan Another ini yang melakukan perundungan adalah murid sekelas dan beberapa guru. Wow. Seolah kita diberitahu untuk stop bullying dalam bentuk apapun

Terima kasih Penerbit Haru sudah menerjemahkan salah satu karya Ayatsuji senpai, salah satu penulis yang mendapat penghargaan Mistery Writers of Japan. Semoga ada karya beliau yang diterjemakan lagi

"Murid-murid dan guru bersatu padu untuk menganggap seorang murid sebagai orang yang tidak ada. Kalau dipikir baik-baik, ini bukan hal yang biasa. Ini perundungan serius. Karena itu, aku tadi berkata dengan nada kasar bahwa ini tidak mungkin diperbolehkan. Namun... "(hal. 280)

PS: Another ini sudah ada versi anime dan live actionnya

Jumat, 31 Agustus 2018

SISI HITAM PUTIH SHADOW ECONOMY

Judul : Pergi
Penulis : Tere Liye
Co-author : Sarippudin
Editor : Triana Rahmawati
Cover : Rezolusy
Layout : Alfian
Penerbit : Republika
Cetakan : 4, Juni 2018
Jumlah halaman : 456 hal + iv
ISBN : 978-602-57340-5-2

Kamu harus mulai mencari sekutu melawannya, gunakan strategi lama tersebut, musuh dari musuh kita adalah teman. (hal. 37-38)

Berapa banyak film, drama bahkan anime bertema action yang bertokoh mafia dengan tema kehidupan gelap? Dari sekian itu, berapa banyak yang menyisipkan tujuan hidup? Mungkin hanya beberapa seperti anime Bungo Stray Dog di mana Dazai Osamu yang terobsesi bunuh diri berusaha mencari jati diri dengan menjadi panglima eksekutif Port Mafia lalu berbalik haluan ketika sahabat terbaiknya yang tidak pernah membunuh harus tewas di depan matanya.
Nah, Tere Liye menelurkan novel bertema serupa dibalut kecanggihan teknologi. Seperti prototype yang dari novel Pulang hingga Pergi menjadi benda yang dicari oleh Bujang hingga mengantarkannya ke Meksiko. Di sana, ia bertemu dengan seorang lelaki yang memnaggilnya Hermanito (adik lelakiku dalam bahasa Spanyol). Parahnya, lelaki itu mengambil prototype dari El Pacho, salah satu keluarga shadow economy di Meksiko dan juga lebih unggul dalam pertarungan kosong dengannya. Setelah kekalahannya tersebut, Bujang kembali ke Indonesia dan mencari tahu masa lalu ayahnya hingga ia menemukan sisi melankolis Samad yang tidak pernah ia ketahui.
Belum kelar kehilangan prototype itu, ancaman Mister Dragon ke keluarga Tong benar serius. Beberapa kali percobaan menghancurkan aset keluarga Tong dan juga pembunuhan Bujang. Sesuai saran Salonga, ia pun harus bekerjasama dengan keluarga shadow economy lainnya untuk menghentikan Mister Dragon. Di mulai dengan kunjungannya ke kediaman keluarga Yamaguchi di Jepang yang sedang mengadakan resepsi pernikahan anak bungsunya hingga ke Moskow dan bertemu Maria, salah satu tokoh wanita yang akhirnya berinteraksi dengan Bujang selain Yuki dan Keiko.
Setelah kesepakatan tiga keluarga shadow economy terbentuk, Keluarga Tong yang dipimpin Bujang kembali menyerang keluarga Lin di Macau. Namun, benarkah ini yang diinginkan Bujang mengenai keluarga Tong? Ke mana ia akan pergi dan membaw Keluarga Tong sesuai janjinya kepada Tuanku Imam untuk tidak membunuh?

Tapi begitulah rumus kehidupan. Dalam perkara shalat ini, terlepas dari apakah seseorang itu pendusta, pembunuh, penjahat, dia tetap harus shalat, kewajiban itu tidak luntur. Malka semoga entah di shlat yang ke-berapa, di akhirnya benar-benar berubah.(Hal. 86)

Tidak banyak penulis lokal yang berani mengambil genre thriller suspense lalu mengeksekusinya dengan baik. Selain karya Dan Brown, saya belum menikmati novel penuh teka teki seperti karya Tere Liye. Karena itu, ada beberapa poin yang mesti diulas dari novel ini lebih detail
Tokoh.
Beberapa tokoh di novel Pulang juga hadir di novel ini. Seperti Salonga, Yuki Kiko, White yang tetap konsisten dengan karakter mereka. Tidak ada perubahan yang berarti. Begitu pula dengan Bujang yang sudah menjadi Tauke Besar. Hanya muncul tokoh baru seperti keluarga Yamaguchi, Maria dan Otets. Sejauh ini Tere Liye apik menyajikan mereka dengan kelebihan dan kekurangan baik lewat dialog dan deskripsi dengan porsi yang pas. Bahkan kehadiran Tuanku Imam di awal menjadi appertisere yang manis.
Latar
Menggunakan alur maju mundur dengan perpindahan waktu yang pas, Pergi enak untuk dinikmati. Sayang, surat dari Diego malah terasa aneh bagiku. Begitu pula karakter Samad yang berubah drastis. Juga beberapa deskripsi adegan yang seolah lompat dari POV 1 ke POV 3. Dan entah disadari atau tidak, ada feel Tere Liye yang hilang di beberapa bagian novel.
Sedangkan latar tempat yang beberapa masih sama di novel Pulang, membuat pembaca bernostagia kembali meski adegan actionnya sedikit diubah. Selain itu, penjabaran tempat pabrik senjata di Moskow, pelarian di perbatasan Meksiko dan kedimaman Yamaguchi sanggup membulatkan mata karena terpukau. Sekali lagi, saya merasa tidak tahu apa-apa tentang ilmu pengetahuan.
Konflik
Dibandingkan konflik perang antara keluarga shadow economy, pertarungan batin dalam diri Bujanglahh menjadi center di sini. Karena sejatinya, melawan diri sendiri lebih susah dibanding dengan orang lain. Dan konflik ini diramu dengan apik dengan ending yang pas. Saya rasa kebimbangan Bujang menentukan pilihan dideskripsikan dengan bagus. Hanya beberapa narasi yang menurut saya terlalu panjang meskipun tujuannya untuk menjelaskan.

Mereka memang penjahat, Diego. Tapi dunia tidak sesederhana warna hitam-putih. Aku tidak sedang membela siapapun, tapi kita semua berkepentingan menjaga keseimbangan.
(Hal. 454)

Terlepas dari itu semua, salah satu hal yang saya sukai dari novel Tere Liye, selain sarat makna kehidupan adalah informasi tentang ekonomi, politik ataupun agama yang disampaikan dengan menyenangkan. Tokoh yang tidak too good to be true tapi loveable adalah daya tarik pembaca. Karakter yang konsisten hingga akhir dan juga sosok bijaksana yang menjadi secercah pintu keluar bagi sang tokoh utama. Seolah Tere Liye ingin bilang, orang tua lebih banyak makan asam garam kehidupan dan lihatlah sebuah permasalahan lebih dekat karena dengan begitu akan dapat menilai lebih bijaksana.

Dunia selalu sederhana, Agam. Hitam dan putih. Dan aku tidak peduli soal keseimbangan. Aku justru sedang membentuk keseimbangan baru. (Hal. 454)

Minggu, 26 Agustus 2018

BLOGTOUR REVIEW MALIKA





Judul : Malika dan Cerita Cinta Lainnya
Penulis : Sefryana Khairil
Penerbit : Lekha Media
Editor : Rahma Yulia
Desain Sampul : Valdi Akbar
Jumlah halaman : 61 hal


“Relationship is not about how deep your love” (hal 45)

Halo semua. Jumpa lagi di postingan blogku, ya? Hehe. Nah kali ini aku mau ngomongin kumpulan cerpen terbaru dari Lekha Media. Yuk lihat dulu blurbnya.

Ketika rasa itu tidak kembali, bukan karena ia pergi. Namun, ia retak-pecah, tak pernah utuh lagi.
Banyak alasan untuk jatuh cinta, tetapi Malika tidak mengerti mengapa ia jatuh cinta kepada Galih, seseorang yang tidak benar-benar dikenalnya. Ah, bahkan ia juga tidak mengenal dirinya sendiri. Mengapa cinta begitu membingunkan seperti ini?
Buku ini terdiri dari 5 cerita cinta yang begitu memainkan hati. Senang iya, sedih dapat, resah, gelisah dan juga bingung. Sefryana Khairil mengambil masalah-masalah yang biasa terjadi pada hubungan dua insan manusia baik baru pedekate, kenalan, pacaran dan juga pernikahan. Konfliknya sungguh hidup karena memang mungkin pembaca juga mengalaminya. Dan kabar baiknya (?) selalu ditutup dengan happy ending. Walaupun aku ini penyuka sad ending. Hahaha.
Namun, aku rasa durasi per ceritanya kurang dieksplor dengan baik. Begitu pula karakter yang muncul di tiap part kurang dideskripsikan dengan pas. Habisnya, pas lagi nikmatin baca, eh, tahu-tahu sudah selesai. Apa mungkin juga karena faktor aku yang sudah lama tidak baca cerpen? Entahlah, yang jelas buku ini kurang tebal untuk cerita cinta yang manis.
Oh, ya, aku masih menemukan beberapa typo dan semoga bisa menjadai catatan bagi semua.
By the way, cerita yang paling aku sukai adalah Is This Love? Karena mengambil latar stasiun, kopi, illustrator dan toko buku langka. Ahhh, ini mah the best banget J

“Rasa ini adalah sepucuk surat basah.
Ketika kau baca, ia memburam kemudian melebur (hal. 9)

Psst, ada kabar baiknya juga lho. Kamu bisa dapat ebook Malika dan Cerita Cinta Lainnya ini lho. Karena… GIVEAWAY YIME. Syaratnya apa aja?
1. Follow IG @lekhamedia @sefryanakhairil dan juga @aysandbook (atau blog aku)
2. Share postingan ini di instastory kamu lalu mention aku, ya
3. Tulis done.
4.
Selesai

Giveaway ini hanya berlangsung 27-28 Agustus 2018. Akan ada 3 pemenang yang diumumkan paling lambat 30 Agustus 2018. Semoga beruntung J